Minggu, 24 Mei 2009

Karena Allah

Damai alam yang selalu setia temani bumi
Nampak lembut dan sejukkan pandangan
Timbul hati rindu pada seseorang
Yang selalu setia temani hari walau dalam kata

Rindu, kubendung serasa tak kuasa membendungnya
Sayang, kurasa serasa tak bisa merasakannya
Rindu dan hasrat bercampur seperti hujan basahi bumi
Bumi basah karenanya
Hasratku juga penuh karna rindunya.

Dengan izin Allah ku bisa sayang padamu
Dengan kehendaknya pun aku bisa bertemu denganmu
Subhaanallaah... Alhamdulillaah....
Tanpa Dia ku tak akan bisa mengenalmu
Tanpa Dia ku juga takkan bisa menyayangimu
Dan tanpa Dia pula ku takkan bisa bertemu denganmu

Maha Baiknya Allah
Maha Cintanya Dia padaku..
Ucap syukur tak pernah henti di hatiku
Ucap harap tak pernah luput dari munajahku..

Katakan, aku cinta kamu!!!

Senang rasanya jika kita bisa bersama dengan orang
yang kita suka.. kita sayang..kita cinta dan slalu kita damba..

Begitu besar rasa ingin slalu memilki jika kita bersama orang itu.
Ingin slalu berbicara dengannya..
Ingin slalu dekat dengannya..
Ingin dapat dia seutuhnya..
Tak ingin lepaskan dia..

Katakan "aku mencintaimu!!!"
Katakan "aku sayang padamu!!!"
Katakan "aku ingin bersamamu!!!"
Jangan pernah bungkam rasa yang ada dalam dirimu.
Jangan pernah ingkari rasa dalam hatimu.
Jangan pernah kau simpan kata-kata itu untuk yang kau cinta.

Begitu besar makna cinta untuk kau yang mendapatkannya
Cinta milikmu!
Cinta akan bersamamu!!
Cinta akan temanimu!!
Cinta hanya untukmu!!

Jagalah cintamu dengan hatimu
Jagalah cintamu dengan tulusmu
Jagalah cintamu dengan sayangmu
Jangan pernah sia-siakan cinta yang ada di hadapanmu!!

Sesungguhnya hanya Allahlah pemilik cinta terbesar di dunia.
Namun, Allah memiliki hamba-hamba yang bisa kau cintai seumur hidupmu.

FOBIA

Kata Fobia berasal dari Yunani phobos yang artinya takut. Konsep takut dan cemas bertautan erat.
Takut adalah perasaan cemas dan agitasi sebagai respons terhadap suatu ancaman. Gangguan fobia adalah rasa takut yang persisten terhadap objek atau situasi dan rasa takut ini tidak sebanding dengan ancamannya.
Orang yang memiliki gangguan fobia tidak kehilangan kontak dengan realitas, mereka biasanya tahu bahwa ketakutan mereka itu berlebihan dan tidak pada tempatnya.
Hal yang aneh tentang fobia adalah yang biasanya melibatkan ketakutan terhadap peristiwa yang biasa dalam hidup, bukan yang luar biasa. Orang dengan fobia mengalami ketakutan untuk hal-hal yang biasa di mana untuk orang lain sudah tidak dipikirkan lagi, seperti contohnya seperti naik elevator atau naik mobil di jalan raya. Fobia dapat mengganggu jika fobia itu dapat mempengaruhi kehidupan sehari-hari seperti naik bus, pesawat terbang, atau kereta api, menyetir, berbelanja, atau pergi keluar rumah.
Tipe fobia yang berbeda biasanya muncul pada usia yang berbeda pula. Usia kemunculannya seperti merefleksikan tahap perkembangan yang kognitif dan pengalaman hidup. Ketakutan terhadap binatang sering kali merupakan subjek dari fantasi anak-anak, misalnya. Sebaliknya dengan agorafobia sering kali muncul mengikuti serangan panik yang mulai pada masa dewasa.
Tabel Umur Tipikal munculnya berbagai fobia ( diadaptasi dari Ost, 1987, 1992)
Jumlah
Kasus Rata-rata
Usia Muncul
Fobia Binatang 50 7
Fobia darah 40 9
Fobia suntikan 59 8
Fobia dental (gigi) 60 12
Fobia sosial 80 16
Cloustrophobia 40 20
Agorafobia 100 28
Berikut 3 tipe Fobia yang diklasifikasikan dalam sistem DSM, antara lain :
1. Fobia Spesifik ( Specific phobos)
Merupakan ketakutan yang berlebihan dan persisten terhadap objek atau situasi spesifik, seperti ketakutan terhadap tempat tertutup ( Claustrophobia), atau ketakutan terhadap binatang kecil yang menjijikkan seperti tikus, ulat, dan lain-lain. Orang akan mengalami tingkat ketakutan dan reaksi fisiologis tertinggi jika bertemu dengan objek fobia itu sendiri yang menimbulkan dorongan untuk menghindar atau lari dari situasi atau menghindari stimulus yang ditakutkan.
Untuk sampai pada taraf psikologis, fobia tersebut harus secara signifikan dapat mempengaruhi gaya hidup atau berfungsinya seseorang, atau menyebabkan distress yang signifikan.
Fobia spesifik sering kali muncul pada masa kanak-kanak. Fobia spesifik adalah salah satu gangguan psikologis yang umum. Fobia spesifik ini cenderung untuk berlangsung terus selama bertahun-tahun atau selama beberapa dekade kecuali bila ditangani dengan sukses.
Perempuan memiliki kemungkinan dua kali lebih besar untuk mengembangkan fobia spesifik. Perbedaan gender ini sampai taraf tertentu mungkin merefleksikan faktor budaya yang mensosialisasikan perempuan untuk bergantung pada laki-laki.demi mendapatkan perlindungan terhadap objek-objek yang mengancam dalam lingkungan.

2. Fobia Sosial
Bukan merupakan hal yang abnormal jika kita mengalami sedikit ketakutan terhadap situasi sosial seperti halnya berkencan, datang ke suatu pesta, atau memberi ceramah, atau bahkan presentasi kepada suatu kelompok.
Tetapi, orang-orang yang memiliki fobia sosial (social phobia) atau biasa juga disebut dengan gangguan kecemasan sosial mempunyai ketakutan yang intens terhadap situasi sosial sehingga mereka mungkin sama sekali menghindarinya, atau menghadapinya tetapi dengan distress yang sangatlah besar. Orang yang fobia sosial akan takut untuk melakukan atau mengatakan sesuatu yang memalukan atau hal yang akan membuat dirinya merasa hina. Mereka cenderung akan sangat kritis terhadap kemampuan sosial mereka dan terbawa dalam mengevaluasi performa mereka sendiri ketika berinteraksi dengan orang lain.
Orang-orang dengan fobia sosial mungkin akan menemukan berbagai macam alasan untuk tidak menghadiri undangan sosial. Dengan menghindar, menghalangi orang-orang dengan fobia untuk belajar mengatasi situasi yang menimbulkan ketakutan dengan cara yang lebih adaptif. Meninggalkan situasi sebelum kecemasan hilang hanya memperkuat asosiasi secara situasi sosial dengan kecemasan. Fobia sosial dapat mempunyai pengaruh besar pada fungsi sehari-hari dalam kualitas hidup seseorang.
Fobia sosial tipikal bermula pada masa kanak-kanak atau remaja dan sering diasosiasikan dengan riwayat masa lalu. Sekali fobia sosial tercipta, secara tipikal akan berlanjut pada masa perjalanan sepanjang hidup.

3. Agorafobia
Berasal dari bahasa Yunani yang artinya takut pada pasar, yang sugesti takut pada tempat-tempat yang terbuka dan ramai.
Orang-orang dengan agorafobia akan takut ke pasar, naik bus, makan di rumah makan, atau bahkan keluar dari rumah. Dengan hal seperti itu membuat mereka akan mengatur hidup mereka sendiri sehingga dapat menghindari pemaparan terhadap situasi yang menakutkan dan pada beberapa kasus akan terikat di rumah selama berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, sampai-sampai tidak mampu untuk keluar rumah sama sekali. Agorafobia mempunyai potensi untuk menjadi tipe fobia yang paling membatasi seseorang.
Agorafobia lebih umum dimiliki oleh perempuan daripada laki-laki. Sering kali bermula di akhir remaja atau awal masa dewasa.
Agorafobia dapat terjadi secara bersamaan atau tidak bersamaan dengan gangguan panik yang menyertai. Pada gangguan panik dengan agorafobia, orang tersebut hidup dengan ketakutan yang pada akhirnya akan terjadi serangan yang berulang dan akan menghindari tempat-tempat umum di mana serangan telah terjadi atau mungkin terjadi.
Orang-orang dengan Agorafobia yang tidak mempunya riwayat gangguan panik dapat mengalami sedikit simtom panik, seperti pusing yang menghalangi mereka untuk melangkah keluar dari tempat-tempat di mana mereka merasa aman dan tidak terancam dan mereka akan cenderung bergantung pada orang lain. Ada bukti bahwa orang-orang yang memiliki agorafobia tanpa riwayat gangguan panik akan cenderung untuk berfungsi lebih buruk daripada orang-orang yang memiliki gangguan panik.

Beberapa istilah sehubungan dengan fobia :
Afrophobia : ketakutan akan orang Afrika atau budaya Afrika.
Caucasophobia : ketakutan akan orang dari ras kaukasus.
Hydrophobia : ketakutan akan air.
Photophobia : ketakutan akan cahaya.
Antlophobia : takut akan banjir.
Cenophobia : takut akan ruangan yang kosong.
Hyperphobia : takut akan ketinggian

PERBEDAAN PERSAMAAN KONSELING DAN PSIKOTERAPI

PERBEDAAN DAN PERSAMAAN KONSELING DAN PSIKOTERAPI

1. Klien yang menjalani konseling tidak digolongkan sebagai penderita penyakit jiwa, tetapi dipandang sebagai seseorang yang mampu memilih tujuan-tujuannya, membuat keputusan dan secara umum bisa bertanggung jawab terhadap perbuatannya sendiri dan terhadap hari depannya.
2. Konseling dipusatkan pada keadaan sekarang dan yang akan dating.
3. Klien adalah klien dan bukan pasien. Konselor bukanlah tokoh otoriter namun adalah seorang pendidik dan mitra dari klien dalam melangkah bersama untuk mencapai tujuan.
4. Konselor tidaklah netral secara moral atau tidak bermoral, melainkan memiliki nilai-nilai perasaan dan normanya sendiri, meskipun konselor tidak perlu memaksakan hal ini kepada klien namun ia juga tidak menutupinya.
5. Konselor memusatkan pada perubahan perilaku tidak hanya menumbuhkan pengertian.

METODE
Konseling ditandai oleh jangka waktu yang lebih singkat, lebih sedikit waktu pertemuannya, lebih banyak melakukan evaluasi psikologis, lebih memperhatikan masalah sehari-hari klien, lebih memfokuskan pada aktivitas kesadaran, lebih memberikan nasihat, kurang berhubungan dengan transferens, lebih menekankan pada situasi yang riil, lebih kognitif dan berkurang intensitas emosi, lebih menjelaskan atau menerangkan dan lebih sedikit kekaburannya.

Brammer & Shostrom (1977) mengemukakan bahwa :
1. Konseling ditandai oleh adanya terminology seperti : “educational, vocational, supportive, situational, problem solving, conscious awareness, normal, present-time dan short term”
2. Sedangkan psikoterapi ditandai oleh : “supportive (dalam keadaan krisis), reconstructive, depth emphasis, analytical, focus on the past, neurotics and orther severe emotional problems and longterm.

MODEL KONSELING DAN PSIKOTERAPI
a. Psikoanalisa.
Pandangan penganut aliran Freud tentang sifat manusia pada dasarnya adalah deterministic. Menurut pendapat Freud, perilaku manusia ditentukan oleh kekuatan-kekuatan irasional, motivasi yang tidak disadari. Dorongan biologis serta dorongan naluri dan peristiwa psikoseksual tertentu pada masa enam tahun pertama kehidupannya.
Fungsinya adalah sebagai wadah impuls id, untuk menghimbau ego agar menggantikan tujuan yang moralistic dengan yang realistic, serta memperjuangkan kesempurnaan. Oleh karena itu maka superego yang merupakan internalisasi standar dari orang tua dan masyarakat yang dihubungkan dengan ganjaran serta hukuman psikologi.

Mekanisme pertahanan Ego.
Pertahanan Ego ini adalah perilaku yang normal dan bukan bersifat patalogis. Berikut adalah deskripsi singkat tentang beberapa pertahanan ego yang umum :
 Represi.
 Memungkiri
 Pembentukan Reaksi
 Proyeksi.
 Penggeseran
 Rasionalisasi
 Sublimasi
 Regresi
 Introjeksi
 Identifikasi
 Kompensasi
 Ritual dan Penghapusan
b. Behavioristik & Humanistik.

Sabtu, 23 Mei 2009

Masih adakah cinta untukku???

Langit teduhkan bumi dalam malam
dingin membelainya penuh hasrat
bercumbu pada malam yang terang
membuatku semakin larut dalam buaian
Kupeluk dirimu dengan penuh cinta,
berbalut rindu dalam suka.

Begitu indah malam itu.. terasa hangat dan terngiang di benakku hingga saat ini.
Belaian mesra suamiku sangatlah santun, saat membelaiku, ia selalu berkata "sayang..,kau cantik malam ini".
Tak pernah sekalipun ia marah padaku, kalaupun ia kesal padaku, ia selalu cium keningku, genggam tanganku, dan ia berkata"sayang..aku mencintaimu, aku ingin kau lebih baik dari hari ini, aku mohon padamu, jangan kau ulangi lagi ya..". Setelah berkata ia pun tersenyum padaku sembari memelukku dengan erat dan tulus dalam tubuhnya.
Aku rindu suamiku... aku rindu..
Saat suamiku lelah dan ada masalah, ia selalu tuma’ninah dan khusyukkan sholat dan doanya. Ia tunduk penuh harap pada Sang Pencipta sembari cucurkan air mata yang begitu deras. Itulah suamiku...
Aku selalu menunggu saat ia lumayan santai dan barulah aku mengajaknya bicara dan menanyakan masalah apa yang dihadapi.
Dia sangat menghormatiku sebagai istrinya, sungguh aku beruntung mendapatkannya.
00ooo00ooo00

Pertemuan yang singkat membawaku ke pelaminan dan bersanding dengannya.
Pertemuan di Kereta Api yang membawaku ke Surabaya untuk pulang ke Jember, Jawa Timur saat itu tanggal 6 Mei 2003.
Aku tak sengaja bertemu dengannya, aku mendapat nomor tempat duduk 6 D dan dia 6 C. Itulah pertemuan awal kita.
Di sepanjang perjalanan, aku asik membaca buku “Ketika Cinta Berbuah Surga” yang ditulis oleh Kang Abik. Dia penulis favoritku.
Tertegun aku membacanya, air mata pun ku alirkan dari mataku. Sungguh terpesona aku pada tulisan Kang Abik itu.
Seorang pria mengenakan kaos abu-abu dan berjaket hitam insave melirikku. Aku sangat tau dan bisa membaca dari gerakan tubuhnya dan aku tak berani menatapnya.
Deg,deg, deg... “Wuah... jantungku serasa mau copot. Tak pernah aku rasakan hal itu.” Batinku.
Aku bingung, jujur saja aku saat itu salting alias salah tingkah. Teman pria di kampusku dan dalam setiap forum pun teman priaku juga nggak kalah banyak. Tapi, baru sekarang aku merasakan degup jantung yang sangat kencang.
Kata orang kalau deg-degan kencang namanya jatuh cinta???
“Hwaaa.... apa aku jatuh cinta??? Nggak mungkin, nggak mungkin!!! Aku tak mengenalnya!!!” bicaraku sendiri dalam hati.
Kemudian ada mas-mas pelayan di Kereta api lewat dan spontan aku memangilnya.
“Mas, saya pesan es jeruk 1.”
“saya juga mas, 1” pria itu menyela.
Spontan pula aku memutar kepalaku melihatnya tanpa senyum, eh... dia malah manatapku dengan senyuman. Sangat manis senyumnya...
Subhanallaah...
Aku sempat tak berkedip melihatnya.
“Haduuuh.... ampun deh!! Aku nggak boleh suka ma dia!!” tolakku dalam hati.
Terjadi konflik antara mata dan hatiku. Itu nggak boleh terjadi!! Hatiku terus menolak itu.

Sepeninggal mas pelayan itu pergi...
“Mbak berjilbab...mau ke mana??? Tanya pria itu.
“Em... Mau ke Jember mas..”
“Orang Jember toh???”
“Iya mas,,,saya orang jember”
“sudah lama tinggal di jember???”
“cukup lama, semenjak orang tua saya meninggal saya tinggal bersama paman saya di Jember”
“Maaf, saya tlah ingatkan Mbak dengan orang tua mbak.”
“Nggak apa-apa Mas...” Jawabku dengan senyum.
“O iya, mas mau ke mana??? Tanyaku balik padanya.
“saya mau ke rumah guru ngaji saya..”
Wew... ke Guru ngaji??? Sumpah!! Aku kaget banget mendengarnya!!
Pria seperti dia, yang dari penampilannya modern banget dan sangat modis, pergi guru ngaji?? Sungguh sungguh tak bisa kupercaya.
Aku saja yang berjilbab kadang malas pergi untuk ikut pengajian yang diadakan kampus. Dia sampai di “belani” naik KA berjam-jam dari Jogja hanya untuk pergi ke Guru ngajinya.
Daripada aku bertanya-tanya sendiri, aku beranikan untuk bnyak bertanya padanya.
“Mas, guru ngajinya tempatnya di mana??
“Guru ngaji saya ada di Pasuruan”.
Aku kira daerah jawa tengah saja yang tidak begitu jauh dari Jogja. Ternyata tempat guru ngajinya beda provinsi.
“ Ada acara ta mas...???” tanyaku
“Oh.. nggak mbak, saya hanya rindu dengannya, ia sudah sepuh dan saya ingin menemaninya pergi ziarah ke Sunan Giri, beliau sudah sepuh tapi semangatnya untuk dekatkan diri pada Allah masih terjaga, Beliau itu cintaku Mbak..” Cerita dengan logat jawanya yang sangat medhok.
“Cinta????” Heranku
“”Iya Mbak, beliau adalah cintaku karna Beliau, aku bisa membaca Al-quran dan mengajariku sholat sehingga aku bisa mensholati dan mengajikan orang tuaku saat mereka menjadi korban gempa jogja beberapa tahun lalu.”
“Maaf mas.. saya benar-benar minta maaf”
“Tidak apa-apa Mbak.. kita impas. Satu sama. Bukannya tadi aku menyinggungmu tentang orang tua Mbak..”
Aku tersenyum padanya.
Subhanallaah.. Aku makin terkagum-kagum padanya, Dia sangatlah menghargai dan ingat selalu akan jasa Guru ngajinya.
Benar-benar pria yang sangat mempesona. “Siapa ya... yang akan jadi istrinya???”gumamku.
Guru ngajinya saja diingat. Apalagi istrinya... Benar-benar pria idaman.
“Sepertinya aku mulai jatuh cinta pada pertemuan pertama...”batinku.
Aku benar-benar terpesona, tapi itu kan hanya ceritanya belum tentu benar. Aku berkonflik lagi dengan hati.
Susah memang kalau hati sudah bicara.. Tapi.. hatiku sudah benar-benar bicara. Aku suka padanya. Cepat sekali hatiku berkata?? Wah wah wah...

00ooo00ooo00

Setelah beberapa jam kemudian...
KA telah sampai di Stasiun Surabaya. Aku mengambil banyak barang bawaanku, dan ia dengan 1 tas ransel di punggungnya “Mbak.. saya duluan ya...Saya sudah ditunggu oleh supir Guru ngaji saya”
“Oh iya mas.. Monggo...” aku mempersilahkannya.
“Assalamualaykum Mbak..., Semoga kita bisa bertemu di waktu yang lebih indah”
“Waalaykumsalam... Hati-hati” jawab dan pesanku.

00ooo00ooo00

Dalam kereta lanjutan menuju Jember...
Aku mencari tempat duduk yang nomernya sudah tertera pada tiket KA ku.
Bangku sebelahku kosong.. Sepi yang kurasakan karna tidak ada teman ngobrol. Aku keluarkan camilan yang telah aku beli di Stasiun Surabaya tadi.
Aku makan sendiri dan tiba-tiba aku teringat pria itu..
Aku mengngatnya!! Ya!!! Aku benar-benar mengingatnya!!
Sepanjang perjalanan tadi dan selama aku ngobrol dengannya, membuatku sadar akan sempurnanya kita jika kita ingat jasa seseorang.
Aku jadi rindu orang-orang yang telah banyak berjasa padaku..
Aku coba ikuti jejak dan ceritanya, siapa ya guru ngajiku???
Aku benar-benar ingin ikuti dia, dan berusaha menjalin silaturrohim lagi dengan guru ngajiku. Tapi aku tak ingat-ingat juga.
“Aaaaah... lupakan!!!” Aku benar-benar tak mengingatnya lagi.
Dasar tak tau balas budi!!! Marahku pada diri sendiri dalam batin.
Di sepanjang perjalanan, aku hanya menghabiskan banyak makanan yang ada. Belum sampai di Jember saja sudah tinggal bungkusnya saja.
Kemudian aku teringat satu kalimat terakhir yang pria itu ucapkan sebelum kita berpisah di KA pertama tadi.
Aku berusaha kembalikan ingatan seperti menembus lorong waktu. Kata-kata yang sungguh membuat aku penasaran akan maknanya. Tapi apa ya???
Kuingat-ingat kembali sambil memeragakan perkataan ia tadi.
“semoga.... semoga... apa ya???”gumamku.
“semoga bertemu di mana ya????” penasarannya diriku.
“Haduuuuh... ketemu di mana ya??? Di tempat yang indah atau apa ya???” kesalku.
Saking kesalnya aku, sudah sendirian duduk di KA, eh di tambah ingat kata-kata yang benar-benar aku lupa, makanan pun habis. Jadinya kesebelanku komplit plit plit siang itu.

00ooo00ooo00

Waktu sudah menunjukkan jam 2 siang waktu itu. Tinggal beberapa menit lagi sudah sampai di stasiun Kota Jember. Namun aku tetap tak bisa menghilangkan pikiran tentang perkataan pria Kereta tadi.
Aku berusaha melupakannya namun aku masih tetap saja ingat.
Ingat wajahnya, ingat senyumnya, eh di tambah lagi ingat perkataanya. Namun hingga aku hampir sampai rumah pun, aku belum ingat perkataannya tadi.

Hanya itu saja sekelumit kisah pertemuan singkat antaraku dengan pria itu.

00ooo00ooo00

Beberapa tahun kemudian...
3 Maret 2009...
Aku telah menjadi wanita dewasa dan ingin menjadi lebih dewasa dan menunggu siapa yang menjadi jodohku. Aku memang berniat untuk tidak pacaran, karena itu pesan ayah ibu kepada bibi adalah untuk menjodohkanku dengan lelaki sholeh yang paman dan bibi kenal.
Suatu ketika tanggal 9 Maret 2009 tepat pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, paman dan bibi mengajakku untuk mengikuti kajian islami yang diadakan di masjid tak jauh dari tempat tinggal kita.
Di kajian itu, tempat wanita dan pria debatasi oleh taabir. Tabir tebal yang membuat kaum Adam tak bisa melihat kaum hawa begitupun sebaliknya.
Aku menikmati ceramah dari Ustadz Fatih Akbar, ceramahnya begitu enak didengar, Ustadznya begitu ringan menyampaikan walau aku tak bisa melihat wajahnya, kata bibiku dia adalah seorang ustadz muda yang sangat pintar dan cerdas. Dia adalah seorang putra dari Almarhum teman paman yang ada di Jogja, namun ia telah menetap di Jember.
Saat bibi berkata Jogja.. almarhum, Jantungku langsung deg!!!! Aku teringat akan kisah Kereta Api 6 tahun silam.Pertemuanku dengan pria itu yang aku tak tau namanya. Yang aku ingat pria itu orang Jogja dan kedua orang tuanya telah menghadap Allah.
Entah mengapa, jantungku terus berdegup kencang. Seakan aku bertemu dengan pria kereta itu.

11 Maret 2009.......
“An....” panggil bibi padaku.
“Iya bi...,ada apa?? Ada perlu sama Ana???”
“Gini loh An.. Kamu inget kan pesan ayah ibumu kepada paman dan bibi??”
“Pesan yang mana ya Bi..”
“Pesan yang untuk mencarikanmu seorang pria yang sholeh.” Jawab bibi dengan penuh senyuman.
“Oh... Inggih Bi.. Ana ingat, kenapa Bi??”
“Bibi dan pamanmu belum lega kalau belum laksanakan amanah dari almarhum ayah ibumu.”
Aku hanya tersenyum dan mendengarkan bibi dengan seksama.
“Kalau kamu kami jodohkan dengan lelaki pilihan kami, apa kamu mau An..”
“Bi.. jika itu menurut bibi baik, sholeh, dan sesuai yang Almarhum ayah ibu harapkan, saya mau.”
“”Benarkah An...”
“Iya Bi... Saya mau.” Jawabku mantap. Karna aku merasa diriku juga sudah siap. Masalah cinta bagiku bisa dirundingkan lagi. Insya Allah aku bisa mencintai suamiku nanti dengan benar-benar tulus.
“Kami berencana akan menjodohkanmu dengan ustadz Fatih Akbar. Masih ingatkah kau An.. Ustadz yang waktu itu jadi penceramah waktu peringatan Maulud Nabi.”
Kaget banget aku mendengarnya, sungguh tak kusangka kalau aku akan dijodohkan dengan seorang Ustadz. Benar-benar di luar dugaanku.
Bibi bercerita kalau Ustadz Fatih itu lumayan akrab dengan paman dan sepulang ceramah yang lalu itu, Ustadz Fatih ngobrol dengan paman dan saat itulah Ustadz Fatih meminta pada paman untuk mencarikan wanita sholiha untuk diperistri. Paman kaget mendengar permintaan Ustadz itu, kenapa harus minta tolong sama paman. Yang teman paman kan bukan ustadz itu, tapi almarhum orang tuanya. Namun, paman tidak memikirkan alasan kenapa ia minta tolong sama paman, yang penting tujuannya baik saja.
Nah sepulang itu, paman berbicara dengan bibi, dan bibi inginkan aku yang menjadi istrinya karna ustadz itu sesuai harapan almarhum ayah ibuku..

Sorenya....
Paman memegang ponselnya dan mencari nomor telepon dengan senyum-senyum sendiri.
“Assalamualaykum ustadz...”
“Wa’alaykumsalam...” suara pria di seberang.
“Kaifa khaaluk ustadz..”
“Alhamdulillah ana bil khoir..”
Dari pembicaraan via telepon, paman mengiyakan dan memberitahu ustadz kalau wanita sholihanya sudah dapat. Dalam pembicaraan di telepon, ustadz Fatih merasa tak percaya dan ingin secepatnya berkenalan dengan wanita itu.
Paman merencanakan besok siang jam 10.00 adalah awal pertemuan kita. Paman mengundang Ustadz Fatih untuk datang ke rumah.
Ustadz mengiyakan, dan seketika itu bibi yang mendengarkan pembicaraan paman dengan ustadz lewat ponsel yang di loudspeaker langsung memberitahuku kalau ustadz besok mau datang ke rumah.
Bibi langsung menyiapkan jamuan - jamuan yang akan dihidangkan besok. Aku membantu bibi dalam persiapan itu.
Dalam benak aku berpikir, apa iya ustadz itu mau denganku?? Apa aku memang ditakdirkan untuk menikah dengan seorang ustadz..?? Apa aku sesholihah yang ustadz itu idamkan?? Karna aku merasa tak sesholiha itu.. Aku memang merubah penampilan dan perilakuku semenjak lulus kuliah. Namun, aku merasa masih ada sifat childisku dan slenge’an masih membekas pada diriku.
Tapi.. sudahlah, aku akan bersikap legowo saja. Kalu memang jodoh juga nggak akan lari ke mana.

12 Maret 2009
10.00 WIB...
ting tong... ting tong...
Terdengar suara bel rumah tandanya ada yang datang. Bergegas aku ambil jilbab yang selalu aku siapkan dekat tangga rumah supaya cepat memakainya di saat terburu-buru seperti ini.
Aku berjalan cepat menuju ruang tamu dan bergegas membuka pintu.
Terdengar salam dari balik pintu, “Assalamu’alaykum..”
“Waalaykumsalam...” jawabku sembari membukapintu untuknya.
Aku langsung tundukkan kepala setelah tau kalau tamu itu adalah seorang pria.
“Mbak berjilbab ya....” Sapa pria itu.
Kaget sekali aku saat dia memanggilku dengan sapaan itu, sapaan itu kan saat aku di kereta beberapa tahun yang lalu..
Deg deg deg.. aku tak berani menatap wajah pria itu, aku harus berkata apa kalau pria itu benar-benar pria kereta???
“Maaf, Anda ingin bertemu dengan siapa??? Tanyaku dengan wajah yang masih aku tundukkan.
“Em.. Saya ke sini akan bertemu dengan Paman Elbar Mbak..”
“Silahkan duduk di dalam.. saya akan memanggil paman..”
Bergegas aku panggil paman, paman pun datang menghampiri pria itu dan terdengar sapa salam mereka begitu akrab seperti sepasang sahabat yang lama sekali tak bertemu. Dalam obrolan mereka aku dengar paman menggil nama Fatih.
Apa benar dia Fatih yang seorang ustadz yang akan dijodohkan denganku?? Kalau benar, mengapa dia menyapaku dengan “Mbak berjilbab”. Selama kau berteman, teman-temanku tak pernah menggilku dengan sebutan itu. Yang aku ingat hanya pria kereta itu saja yang menggilku seperti itu karna tak tau namanya dan tak bertanya namaku.
Jantungku semakin berdegup kencang, bagaiman kalu ia adalah pria kereta itu?? Aku malu sekali..
Bagaimana mungkin kita bisa bertemu lagi kalo dia memnag benar-benar pria itu.
Daripada penasaran lagi, aku intip saja pria itu dari ruang tengahku. Aku benar-benar ingin tau siapa pria itu. Aku lupa-lupa ingat dengan wajah pria kereta itu..
Deeg!!! Hwaaaaaaaaaa.... benar!! Dia pria kereta!! Ada apa dia datang ke sini.
Kemudian paman masuk dan aku ketahuan lagi intip mereka, paman tersenyum dan menyuruhku untuk memanggil bibi. Sambil tersipu malu kepada paman, aku langsung saja memanggil bibi dan bibi langsung menggeretku untuk ikut dengannya ke ruang tamu.
Di ruang tamu, aku duduk bersama bibi dan paman, pria itu ada di hadapanku. Jantungku terus berdegup kencang, serasa mau copot.
“Ustadz.. kenalkan.. ini adalah keponakan saya, namanya Ana. Saat ini ia jadi dosen di salah satu perguruan tinggi di Jember..” “ Ana.. kenalkan ini ustadz Fatih Akbar yang ingin berkenalan denganmu.”
Aku kikuk sekali di hadapannya, aku salah tingkah karna setiap aku mau curi pandang selalu ketahuan olehnya. Dia terus menatapku. Aku benar-benar malu..
“Ana.. akhirnya kita bertemu di waktu yang indah..” ucap pria itu dengan lembut.
Kata-kata itu.... seperti tak asing bagiku. Aku pernah mendengarnya, ada seseorang yang berkata seperti itu padaku, tapi siapa?? Aku tak ingat. Sepertinya aku amnesia... Aku pelupa sekali.
Aku melihat paman dan bibi terkejut dan menampakkan wajah yang bingung mengapa Fatih ucapkan itu.
“Maksud Anda??? Tanya paman.
Fatih tersenyum kepada paman dan bibi dan berkata “Hati saya sudah memilihnya saat saya bertemu dengannya di kereta dari jogja beberapa tahun lalu, namun saya tak ada keberanian saya untuk tanya namanya dan tanya di mana saya bisa menghubunginya.”
Aku terperanjat kaget, mengangkat kepalaku dan menatap ia berbicara.
Hatiku seperti diguyur es seketika itu, tidak menyangka kalau ia berani berkata seperti itu dihadapan paman dan bibi.
Subhanallaah.. nampak besar penantiannya untuk bertemu denganku, orang yang hanya sebatas kenal di kereta.
“Ana... kau sudah dengar apa yang dia ucapkan. Bagaimana denganmu An...???” tanya paman padaku.
Aku hanya menundukkan teduh wajahku dengan mata terpejam dan ucap basmalah dalam hatiku dan anggukkan kepala sebagai tanda kalau aku mau menerimanya.

14 Maret 2009...
Saya terima nikahnya Ana Fitria Binti Fatkhurrohman dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan Alqur’an dibayar tunai.
Alhamdulillaah... aku lega mendengarnya. Fatih adalah orang pilihan Allah..
Setelah aku menikah, aku berbulan madu ke jogja, dia sangat mempesona.

00ooo00ooo00

Dia benar-benar sholih. Walau baru dalam hitungan hari aku menikah dengannya, aku merasakan betapa tulusnya ia mencintaiku.
Setiap malam, ia membelaiku dengan lembut, mesra. Dia kecup keningku. Aku benar-benar merinding karna dia orang yang pertama kali menyentuhku. Subhanallaah... aku benar-benar beruntung menjadi istrinya.
Syukur mendalam tak bisa ungkapkan dalam kata untuk-Mu Ya Rabb..
Sungguh, sungguh, aku mencintai suamiku.
Hari-haripun tlah kulewati bersama..
20 Maret 2009
Malam hari..
“Sayang... aku ingin memelukmu erat, tak ingin kulepas. Sungguh, sungguh aku mencintaimu” bisik suamiku.
Tersenyum ku melihatnya, sungguh romantisnya ia malam ini.. Aku merasakan ada yang berbeda dalam dirinya. Setiap kata yang ia ucapkan padaku, seolah ia akan meninggalkanku selamanya.
“Suamiku sayang... Aku juga cinta padamu, aku akan jaga cintamu hingga Allah berkehendak.”ucapku pada suamiku dengan menggenggam tangannya.
Kuberanikan diri untuk mencium pipi kanannya dan mengajaknya untuk melukis mimpi karna waktu tlah larut. Malam itu benar-benar indah...

21 Maret 2009
04.00..
“Sayang...bangun sayang... teh hangat untukmu telah siap di pagi ini...” ucapku pada suamiku.
“Bangun sayang... ayuk kita sholat shubuh bersama”
Gigihku membangunkan suamiku, namun ia juga tak kunjung bangun dari tidurnya. Tak biasanya ia susah dibangunkan.
Kudekati kembali ia, ku kecup keningnya, namun aku merasakan ada yang berbeda saat aku kecup keningnya. Aku pegang tangannya da sungguh kagetnya aku. Benar-benar terhentakku di pagi tiu. Tangannya terasa sangat dingin. Kubalik tubuhnya, hanya kata “innalillahi Wa inna ilaihi Roji’un” yang bisa aku ucapkan.
Air mata cinta, air mata untuk suamiku karna tlah kembali pada-Nya. Aku hanya bisa berdo’a semoga ia mendapatkan tempat yang indah di sisi-Nya.
Sungguh sungguh aku mencintaimu.. kata yang paling aku ingat dari suamiku tercinta.

00ooo00ooo00
Allah pertemukanku dengannya dalam waktu yang sangat singkat, saat bersamanya pun, aku mendapatkan waktu yang singkat. Seminggu tepat aku menikah dengannya, seminggu tepat pula ia meninggalkanku..
Hatiku kini menangis pilu ingat akan cintanya padaku.. Sungguh sungguh ia mencintaiku.. Aku beruntung pernah hidup dengannya walau hanya dalam hitungan hari.. Aku mencintai suamiku dengan sangat.


Kini... masih adakah cinta untukku?????

Horeeeeee Akhirnya punya blog juga!!!! :D

Hmmmh... sekian lama... aku menunggu untuk kedatanganmu... (hwehehehe koq malah nyanyi lagune Aa' Ridho Rhoma). Hehehe.
Yang bener sekian lama aku pengen punya blog, tapi baru keturutan sekarang. Dari jaman aku sekolah pake putih abu2 kok lagi keturutan sekarang saat udah pake baju blazer seragam kerja. Wes tuwek ya ternyata aku..
hihihihihi.

Awalnya ragu aku bikin blog ini, males ngrawatnya. Karna pastinya aku harus bolak-balik ke warnet. Tapi.. bersyukurlah akum sekarang ada inet di rumah jadi bisa ngrawat setiap saat dengan penuh cinta dan kesetiaan. Hehehe.

Walah walah.. koq malah bahas cinta dan kesetiaan. Kayak pujangga cinta dan kesetiaan aja.
*sok-sok an set mode on. hwekekekeke.

Wui.. seneng aja pokoknya punya blog dhewe gini. Bisa merajut kata-kata dan semua unek2 lewat tulisan. Tulisan kan pengganti hati yang tak bisa bicara. Ya kan ya kan ya kan????

Slamat datang di blog ku untuk semua yang mampir n coment2 di blogku ini.
Minta saran n kritik n tolong ajarkan aku tentang dunia perBLOG kan dunia. hihihi.
*lebay deh kayaknya